strategi marketing tahun 2021

Wajib Baca! Prediksi 5 Strategi Marketing Tahun 2021

Tahun 2020 yang penuh perubahan sudah berakhir. Segera siapkan diri untuk strategi marketing tahun 2021. Karena sejak tahun 2020 semua pihak telah  didorong untuk beradaptasi dengan perubahan yang cepat. Khususnya dalam  proses transformasi digital. Munculnya bisnis-bisnis online skala kecil sampai besar yang memanfaatkan teknologi dan saluran digital, akibat mobilitas manusia yang (masih) harus dibatasi.

Covid-19 telah ‘memaksa’ brand untuk mengoptimalkan pengunaan saluran digital untuk produk, layanan, pengiriman juga cara  pemasaran.Tentu pemasaran digital (digital marketing)  telah ada dan berkembang dalam waktu yang cukup lama, namun tahun 2020 seolah memberikan panggungnya untuk bentuk pemasaran yang satu ini.

Melihat bagaimana pemasaran digital di tahun 2020, sebenarnya kita sudah  bisa memprediksi seperti apa strategi marketing tahun 2021 yang dapat menarik banyak pelanggan. Berikut Commpass sudah rangkum prediksi 5 strategi marketing tahun 2021 yang bisa Anda coba di tahun yang baru.

Sosial Media

Ilustrasi: freepik.com

Meningkatnya pengguna sosial media dimanfaatkan oleh banyak pengusaha untuk mem-branding produk mereka. Baik itu bisnis berskala besar maupaun para UMKM. Usaha Business to Business (B2B) atau Business to Customer (B2C).  Oleh karena itu  strategi marketing tahun 2021 akan tetap menggunakan sosial media sebagai tempat mempromosikan brand. Karena sosial media menjadi tempat yang cocok untuk membangun koneksi dengan para konsumen  secara personal dan interaktif.

Seolah memahami kebutuhan para pengguna maupun pebisnis, sosial media juga semakin mengembangkan fitur dan layanan mereka. Sehingga  mempermudah para pengusaha dalam memanfaatkan sosial media. Serta terus memberikan pengalaman baru bagi para pengguna.Seperti kemunculan Tiktok for Business yang memungkinkan Anda membuat iklan dalam bentuk video kreatif. Atau Instagram  dengan instagram shop dan pembaharuan pada fitur juga  tampilan.

Selain itu sosial media menjadi tempat yang banyak digunakan untuk menjalankan strategi content marketing. Cara yang banyak digunakan pemilik bisnis untuk mendekati calon customer dan membangun hubungan jangka panjang dengan para pelanggan.  Alasannya tetap sama karena sosial media memiliki sifat personal yang membuat brand bisa lebih dekat dengan  konsumen.

User Generated Content

Ilustrasi: freepik.com

User-generated Content adalah konten yang dibuat sendiri oleh pengguna kemudian dibagikan kepada pengguna lainnya melalui platform media sosial. Konten tersebut bisa digunakan oleh brand untuk dibagikan di platform online  milik mereka. Menurut hootsuite Instagram adalah tempat paling banyak digunakan untuk User Generated Content (UGC). Anda bisa menemukan postingan aktivitas orang dengan mengenakan produk tertentu  dan menyebutnya di caption atau di-tag pada gambar. Ada jugapengguna instagram yang dengan sendirinya membuat review mengenai tempat yang ia kunjungi.

Akun official yang di-tag atau di-mention oleh pengguna instagram maupun media sosial lainnya bisa me-repost konten tersebut di feed ataupun story mereka. Dengan sebelumnnya meminta izin kepada pemilik konten untuk menggunakan postingan mereka sebagai konten promosi. Hal-tersebut sah-sah saja dan banyak yang sudah melakukannya. Anda jadi memiliki banyak sumber konten dari para followers atau pengguna lain yang menyukai produk/layanan anda. Dari sini Anda jadi bisa lebih menyadari pentingnya menjaga kulitas produk dan performa pelayananan untuk mendapatkan review baik dari pelanggan.

Anda harus mulai mempertimbangkan menggunakanUGC untuk strategi marketing tahun 2021. Karena saat ini khalayak  lebih menyukai konten-konten berkualitas atau yang menarik. Jika konten jenis tersebut dibuat langsung oleh brand bukan berarti tidak akan berhasil, tapi UGC memberikan kelebihan lain pada brand berupa autentifikasi, kepercayaan dan bisa mempengaruhi audience dalam mengambil keputusan.

Micro Influencer

Ilustrasi: freepik.com

Peran para Influncer dan  Key Opinion Leader (KOL) masih menjadi strategi marketing tahun 2021 yang ampuh. Rekomendasi yang diberikan oleh Influencer sangat mempengaruhi audience khususnya para pengikut mereka di media sosial, dalam melakukan pembelian. Berkembangnya media sosial membuat semakin banyak Influencer baru yang bermunculan. Mereka berasal dari kalangan berbeda, Anda hanya perlu mencari Influencer mana yang memiliki pengikut sesuai dengan target audience dari brand.

Bedanya di tahun 2021 Micro Influencer diprediksi akan memiliki pengaruh besar. Micro Influencer adalah mereka yanng memiliki followers 1.000-10.000. Pemilik bisnis dan brand akan lebih memilih menggunakan jasa Micro Influencer karena dianggap memiliki engagement yang lebih tinggi dengan para followers-nya. Micro influencer biasanya  bergerak dalam hal yang lebih spesifik sehingga segmentasi audiensnya juga lebih sepsifik. Brand bisa lebih tepat sasaran untuk melakukan promosi dan peluang menggaet calon konsumen dari para followers influencer ini jadi lebih besar.

Influencer bisa berbicara lebih personal dan memberikan opini jujur  sehingga  pesan yang ingin disampaikan lebih mudah menyebar di para pengikutnya dibandingkan melalui cara pemasaran yang biasa. Sebuah studi di luar negeri telah membuktikan bahwa 40% orang melakukan pembelian produk secara online  setelah melihat produk yang sama dipakai para Influencer di sosial media.

Viral Marketing

Ilustrasi: freepik.com

Strategi marketing tahun 2021 yang satu ini bisa  Anda coba karena beberapa contoh strategi viral marketing berhasil dilakukan di tahun 2020 kemarin. Melalui bentuk kampanye yang disengaja ataupun memanfaatkan momentun peristiwa yang sedang viral dengan sendirinya (riding the wave). Beberapa contong viral marketing  di tahun 2020 yang banyak menarik perhatian  sebut saja, Burger King, Go Food, hingga jajanan bandung yang mendadak viral, Odading Mang oleh. Ataupun konten-konten viral yang juga dimodifikasi oleh banyak akun untuk menjadi konten seperti games among us, “harta, tahta, renata”, sampai drama korea start-up.

Tujuan dari marketing ini adalah membuat pesan terkait produk atau brand booming di masyarakat. Kehadiran sosial media  semakin mempermudah menyebarnya konten viral di kalangan masyarakat. Jika diperhatikan setiap tahun pasti selalu ada konten atau  produk dari suatu brand yang viral bahkan sebelum istilah “viral”  itu sendiri digunakan. Semakin ke sini perusahaan dan pemilik brand semakin memahami bagaimana kekuatan konten viral terhadap jankauan audience dan menggunakan startegi tersebut sebagai  salah satu upaya pemasaran.

Contohnya aplikasi TikTok yang sedang populer.  Di awal kehadirannya Tik Tok tidak banyak memberikan impresi yang baik dan yang menggunakan hanya kalangan anak muda tertentu saja. Tapi kini banyak pebisnis memanfaatkan TikTok untuk membuat konten. Pengguna Tiktok semakin meluas sampai ke brand besar dan public figure. Hal-hal yang sempat viral pun berawal dari konten di TikTok  

Marketing Flywheel

sumber: hubspot.com

Mungkin Anda masih asing dengan Marketing Flywheel, sebelum memahami bagaimana Marketing Flywheel, sebaiknya Anda berkenalan dulu dengan Marketing Funnel. Keduanya adalah model strategi pemasaran yang telah digunakan oleh berbagai perusahaan. Marketing  Flywheel muncul di tahun 2018 dan dipercaya bisa menggantikan model startegi Marketing  Funnel yang selama ini lebih dulu dipakai oleh semua perusahaan. Atau setidaknya perusahaan jadi memiliki pilihan model strategi lainnya selain marketing  funnel.

Yang menjadi pembeda dan ciri khas Marketing Flywheel adalah model ini berfokus pada pengalaman pelanggan, buka hanya menerapkan target penjualan sebanyak-banyaknya. Itulah kenapa Marketing Flywheel disebut strategi yang ampuh untuk menumbuhkan loyalitas berkelanjutan pada pelanggan. Bentuk modelnya seperti Flywheel (roda gila), menaruh konsumen/audience sebagai titik pusat roda yang mampu menggerakan roda (pemasaran). Berbeda dengan Marketing Funnel dimana konsumen dianggap sebagai output atau hasil dari proses pemasaran dan tidak terlibat dalam mempengaruhi keberhasilan pemasaran.

Jika melihat merebaknya strategi content marketing yang mengedepankan informasi  bermafaat dan value dari brand melalui media sosial. Kemudian menggunakan jasa influencer dalam menyebarkan campaign, juga melibatkan aundience dalam proses membagikan pesan, maka model pemasaran ini patut dipertimbangkan sebagai strategi marketing 2021. Pelanggan  akan dianggap sebagai energi yang menggerakkan pertumbuhan bisnis.  Lalu pada sisi perusahaan, mereka akan terus berusaha  meningkatkan kepuasan konsumen.

Itu dia prediksi 5 strategi marketing tahun 2021. Semua strategi tersebut sudah dipakai oleh banyak pebisnis sejak lama, namun ada kemungkinkan akan lebih dioptimalkan di tahun ini. Up date terus info Anda tentang strategi marketing karena selalu ada perubahan yang dinamis dalam dunia pemasaran. Kuncinya adalah cari tahu bagaimana kebutuhan dan karakter konsumen. Selain itu up date juga tren terbaru dalam dunia digital marketing di Commpass Digital.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat