brand voice

Brand Voice: Gaya Komunikasi yang bisa Memikat Pelanggan

Setiap brand memiliki ciri khas dan identitas nya sendiri. Melalui brand voice, perusahaan berbicara kepada customer dan masyarakat secara luas. Menyampaikan tentang identitas brand, value, dan produk yang ditawarkan.

Brand voice adalah gaya berkomunikasi suatu brand saat berinteraksi dengan para pelanggan. Jika brand diumpakan sebagai manusia, brand voice adalah  cara brand berbicara kepada pelanggannya. Pemilik brand bisa memilih gaya berbicara apa yang akan dipakai seperti, tegas, ceria, cool, cerdas, slengean dan lain sebagainya. Bukan hanya berbicara tapi juga sudah mencakup karakter, identitas, dan ekspresi yang digunakan.

Karena diyakini dengan cara seperti itu suatu brand jadi lebih mudah menyampaikan pesan mereka pada orang yang tepat. Orang yang dimaksud dalam hal ini adalah target pasar dari brand tersebut. Dengan gaya personifikasi, brand jadi lebih mudah diketahui orang. Juga mempermudah brand untuk mendekati target pelangggan.

Maka dari itu brand voice harus menyesuaikan dengan target pelanggan yang akan dituju. Apakah laki-laki atau perempuan, dalam rentang usia berapa, pekerja atau pengusaha, dan juga banyak pertimbangan lainnya.

 

Ilustrasi: freepik.com

Kenapa perusahaan haru menggunakan brand voice untuk berinteraksi dengan pelanggan? Dan kenapa harus ditentukan bagaimana cara berkomunikasinya?

Itu karena ada banyak merek di luar sana. Para  kompetitor yang menawarkan hal yang sama dengan Anda. Bagaimana Merek Anda akan bisa menonjol (stand out) dari merek lain, jika Anda tidak bisa membuat karater dan ciri khas yang hanya dimiliki oleh merek Anda.

Selain itu  Anda pasti ingin brand bisa konsisten dan mudah dikenali. Brand awareness dikatakan berhasil ketika orang bisa mengenai brand dari kontennya bahkan sebelum melihat siapa yang mempostingnya di internet atau ditayangkan di bentuk media lainnya

Terdengarnya seperti sangat  mudah jika hanya untuk memilih gaya komunikasi seperti apa yang akan digunakan  oleh pemilik merek. Tapi nyatanya butuh proses  untuk bisa menentukan brand voice dari suatu brand. Berikut 5 tahapan  yang bisa Anda lakukan untuk menentukan brand voice yang sesuai dengan brand Anda:

Mendeskripsikan Brand Secara Detail

Ilustrasi: freepik.com

Langkah paling awal adalah dengan menentukan identitas dari brand Anda. Apa visi, misi dan value dari merek milik Anda. Selanjutnya deskripsikan persona dari merek Anda ke dalam 3 kata. Ketiga kata ini harus benar-benar mewakili karakter dari brand. Contohnya jika produk milik Anda adalah skincare lalu Anda mendeskripsikannya ke dalam 3 kata : beauty, confident, passion.

Siapa yang Jadi Target Konsumen?

Ilustrasi: freepik.com

Tentukan siapa target konsumen dari brand Anda. Itu akan mempengaruhi bagaimana Anda berinteraksi dengan konsumen dan mempermudah Anda menemukan gaya komunikasi yang pas. Anda bisa melihat dari  segi demografinya seperti gender, usia, pekerjaan, lokasi, hobi dan laisn sebagainya. Dengan begitu Anda bisa dapatkan target audience yang sesuai yang nantinya akan menjadi pelanggan untuk produk Anda

Lihat Kompetitor

Ilustrasi: freepik.com

Anda pasti tidak ingin brand milik Anda terdengar sama dengan kompetitor. Jadi penting bagi Anda untu mengetahui dengan siapa brand milik mu bersaing. Kemudian tentukan apa yang membedakan brand Anda dari merek lainnya.Temukan kelebihan yang belum kompetitor miliki. Jadikan semua hal itu menjadi ciri khas merek milik Anda sehingga bisa lebih mudah ditemukan oleh orang lain.

Buat Tabel Brand Voice

Sumber: contenmarketinginstitute.com

Agar mempermudah anda menentukan brand voice. Coba buat rincian dalam bentuk tabel. Tuliskan karakteristik dari brand Anda. Karakter yang sudah Anda tentukan sebelumnya yaitu deskripsi dari brand dalam 3 kata. Setelah itu tuliskan pula Dos dan don’ts  agar brand Anda tetap dapat konsisten.

Lakukan Evaluasi

Ilustrasi: freepik.com

Anda harus selalu memantau apakah brand voice yang digunakan selama ini memang telah tepat sasaran dan bisa memunculkan hubungan emosional dengan pelanggan. Jika hasilnya belum maksimal, tentu saja Anda  bisa merevisi aturan gaya bahasa untuk mengembangkan dan mencari penggantinya yang paling tepat.

Selalu ada banyak cara untuk mengembangkan bisnis, namun membangun hubungan yang dekat dengan konsumen bisa membuat bisnis mu bertahan lebih lama. Merubah konsumen menjadi pelanggan setia yang akan terus kembali pada Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat