mengenal audiens

Mengenal Audiens Mu Lebih Dekat

“Find your sweet spot: the intersection between what you know and what your customers need to know.” -Joe Pulizzi

Sudah mulai menjalankan bisnis selama beberapa waktu, tapi sudahkah Anda mengenal audiens secara lebih dekat? Karena mengartikan siapa yang menjadi target audience adalah  langkah pertama dan yang paling esensial untuk  perusahaan atau bisnis. Sebab selain penting untuk menentukan produk apa  yang akan dipasarkan, meneliti siapa konsumen yang akan menggunakan produk tersebut juga tidak kalah penting.

Mengenal audiens secara lebih dekat tidak bisa dilakukan secara asal-asalan. Perlu melewati hasil riset dan pengembangan. Semua perusahaan besar bahkan berani mengalokasikan anggaran khusus untuk melakukan riset tentang target audience. Termasuk rela untuk mengeluarkan biaya demi membuat media promosi berdasarkan hasil riset tersebut. Untuk memahami lebih jauh bagaimana calon customer dan menjawab apa yang konsumen inginkan.

Namun sebenarnya mengenal audiens lebih dekat, tidak sesulit yang terdengar. Semua pelaku bisnis bisa melakukannya. Mari dimulai dari memahami apa yang dimaksud dengan target audience. Selama ini pasti Anda sering mendengar istilah, target audiece, target pasar, dan sebutan lainnya. Lalu apa makna sebenarnya dari target audiece?

Dilansir dari sproutsocial.com target audience adalah sekolompok orang yang didefinisikan berdasarkan demografis dan perilaku (behaviour) tertentu. Seringkali pembisnis menggunakan apa yang mereka tahu tentang target audience mereka untuk membuat user persona. Persona ini menjadi panduan untuk keputusan mereka dalam kampanye marketing.

Sedangkan dalam hootsuite.com, jika dilihat dari penggunaan sosial media, target audience diartikan sebagai sekelompok orang yang spesifik yang ingin Anda jangkau dengan saluran media sosial Anda. Mereka adalah orang yang paling memungkinkan untuk tertarik pada konten, produk atau pelayanan Anda. Mereka bisa jadi terkumpul oleh karateristik umum yang sama dilihat dari demografis dan behaviour-nya

Melihat dua pengertian di atas kita bisa menemukan kesamaan bahwa target audience bukanlah khalayak secara umum tapi dikerucutkan kembali menjadi kelompok yang spesifik dan bisa dilihat dari segi demografis dan behaviour atau perilakunya.

Langkah Awal dalam Mengenal Audiens mu: Demografi dan Behaviour

Ilustrasi: freepik.com

Dalam hal ini yang disebut dengan demografi adalah jenis informasi seperti: usia, jenis kelamin, lokasi tinggal, profesi, status pernikahan, tingkat ekonomi, dan lain sebagainya. Brand Anda pasti mewakili kelompok demografi tertentu. Misalnya jika produk Anda adalah tote bag seperti gambar di atas, maka bisa diperkirakan brand Anda diperuntukan bagi wanita, rentang usia 15-25, dari mulai pelajar sampai pekerja startup dengan tingkat ekonomi menengah ke atas. Baiklah sampai tahapan tersebut rasanya masih bisa dipahami dan bisa jadi sudah Anda praktikan. Lalu mari lanjut pada tahapan berikutnya dalam mengenal audiens yaitu behaviour.

Perilaku konsumen atau consumer behaviour juga perlu diperhatikan saat Anda ingin mengenal audiens yang tepat. Consumer behaviour adalah serangkaian perilaku atau pola yang konsumen ikuti sebelum membuat keputusan akan membeli. Ini dimuali ketika konsumen jadi tahu (aware) akan kebutuhan atau keinginan akan suatu produk, kemudian ditutup dengan melakukan pembelian.

Consumer behaviour dipengaruhi oleh 3 faktor: psikologis, kepribadian, pengaruh eksternal. Faktor psikologis menjadi latar belakang yang umum mempengaruhi pembeli saat memutuskan ingin membeli produk apa.  Apa yang sedang konsumen rasakan, butuhkan dan inginkan menjadi alasan saat mencari suatu produk. Misalnya jika seorang konsumen sedang ingin belajar melukis padahal ia tidak memiliki kemampuan tersebut, tapi didorong keinginan secara psikologis ia lalu membeli satu set alat lukis paint by number. Atau sesederhana saat Anda sedang merasa lapar dan ingin makan ayam geprek, tanpa ragu Anda akan mencari penjual Ayam geprek dalam aplikasi pemesanan online.

Lalu faktor kedua adalah personality atau kepribadian. Faktor yang satu ini menunjukkan bahwa konsumen akan cenderung membeli produk yang sesuai dengan kepribadiannya. Bisa karena packaging yang menarik atau pesan dari brand tersebut sangat relate dengan si konsumen. Bisa juga karena brand tertentu berbagi nilai-nilai yang sama dengan konsumennya misalnya nilai agama, status sosial, pandangan politik dan budaya. Maka konsumen memutuskan untuk membeli produk karena brand produk tersebut sesuai dengan kepribadian konsumen. Bahkan ada banyak merek yang mengeluarkan personalized product, dimana konsumen bisa memesan produk secara custom sesuai keinginan mereka.

Terakhir external motivator atau pengaruh eksternal. Walau konsumen melakukan pembelian berdasarkan kebutuhan dan keinginannya pribadi, tapi sulit dipungkiri kalau konsumen juga sangat mudah dipengaruhi. Pengaruh eksternal terkuat bisa dari orang-orang terdekat seperti keluarga dan teman. Lalu jangan lupakan pengaruh dari influencer dan vlogger. Juga terpaan media lainnya dari iklan dan campaign yang ada di media mainstream maupun digital.

Dekati audiens mu dengan konten yang sesuai

Ilustrasi: freepik.com

Setelah tahu bagaimana mengenal audiens secara lebih dekat, kini waktunya untuk Anda menyiapkan startegi marketing untuk menjangkau target audience tersebut agar mengetahui brand Anda. Cara terbaru dalam mendekati audiens Anda adalah melalui media sosial. Jika dahulu orang melakukan promosi dengan memasang iklan di media mainstream (TV, radio, media cetak) dan baliho agar bisa dilihat oleh orang banyak, kini berbagai bentuk bisnis melakukan promosi melalui media sosial. Serta beragam jenis platform digital lainnya,  yang sekarang menjadi tempat publik sesungguhnya di era industri 4.0.

Promosi yang dilakukan tidak hanya dalam bentuk iklan namun melalui konten-konten yang berkaitan dengan brand. Karena itulah Anda bisa melihat bagaimana beragam bisnis dan perusahaan di instagram begitu rutin dan gencar membuat konten menarik, untuk  menjangkau target audience mereka.

Lalu bagaiman membuat konten yang sesuai dengan target audience Anda? Jika Anda telah memahami siapa yang menjadi audiens, maka membuat konten jauh lebih mudah. Mengenal siapa audiens akan membantu Anda untuk menyusun konten yang sesuai. Anda bisa mulai menyusun brand voice dan brand image dari produk Anda. Agar topik, gaya desain,  bahasa yang digunakan dapat disesuaikan.

Selanjutnya Anda hanya perlu memanfaatkan segala channel pemasaran digital. Memasang iklan di Facebook, Instagram dan Google, mengoptimalkan website dan melakukan strategi digital marketing lainnya. Untuk meningkatkan brand awareness, membuat semakin banyak orang mengetahui tentang bisnis Anda kemudian mengantarkan mereka menjadi konsumen dan pelanggan tetap dari brand Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat