brand awareness

Tips Meningkatkan Brand Awareness, agar Bisnis Mu bisa Dikenal Banyak Orang

Sejauh mana pelanggan tahu tentang brand Anda? Seperti itulah kiranya gambaran pertanyaan yang muncul jika membahas tentang Brand Awareness. Sebuah istilah marketing yang menjelaskan tentang bagaimana konsumen mengenali produk dari namanya. Saat melihat atau menemukan nama dari sebuah brand di suatu tempat maupun media, orang bisa langsung tahu nama brand tersebut merujuk ke produk yang mana.

Bahkan masyarakat kita terbiasa menyebutkan nama brand saat ingin membeli suatu barang, bukan nama bendanya. Misalnya saat ingin membeli air mineral, mie instan, pasta gigi, baterai dan masih banyak lagi. Anda pasti sudah bisa menebak kan nama merek apa saja yang dimaksud?  Mereka adalah brand yang telah memiliki brand awareness yang tinggi dan telah menguasai pasar. Namanya sudah sangat melekat pada benak masyarakat.

Kenapa hal tersebut bisa terjadi? Karena konsumen cenderung membeli produk yang berasal dari merek yang mereka kenal. Itulah kenapa brand selalu berlomba-lomba meningkatkan brand awareness agar mudah untuk dikenali konsumen. Menciptakan brand awareness menjadi langkah kunci dalam memporomosikan produk baru atau rebranding produk lama.

Bukan tidak mungkin untuk membuat brand Anda se-familiar nama-nama brand lain. Selama Anda memberikan perhatian lebih untuk meningkatkan brand awareness, merek Anda bisa dikenal orang dengan sangat mudahnya.  Berikut beberapa tips yang bisa Anda ikuti untuk  membuat brand mu dikenal oleh banyak oranng.

Beri Brand mu Identitas

Ilustrasi: freepik.com

Bayangkan jika brand Anda adalah seorang ‘manusia’. Orang seperti apa brand milik Anda ini? Jabarkan personality-nya seperti apa. Karena setiap brand itu memiliki karakter unik dan memiliki pembeda dari brand lain yang bisa membuatnya lebih menonjol. Pastikan Anda bisa mendefinisikan secara tepat identitas dari merek karena sangat vital pengaruhnya pada brand Anda agar bisa dikenali dengan cepat oleh target audience yang sesuai.

Brand awareness, mempemudah merek terhubung langsung ke target audience. Berinteraksi sedekat mungkin dengan target audience, layaknya  berbicara dengan teman. Jika berbicara dengan bahasa dan ketertarikan yang sama akan terbangun hubungan yang erat. Maka dari itu membangun identitas brand adalah pondasi dalam membangun usaha. Tentukan warna, font teks yang dipakai, logo, brand voice, brand image hingga brand equity-nya

Aktif di Media sosial

Ilustrasi: freepik.com

Semua brand memanfaatkan media sosial secara optimal. Media sosial menjadi ruang yang efektif untuk menjangkau konsumen karena memanfaatkan platform yang setiap hari mereka akses. Coba seberapa sering Anda membuka media sosial setiap harinya? Kira-kira sebesar itu pula peluang pemasaran di media sosial. Memungkinkan merek dapat dikenali oleh target pasar yang spesifik secara luas, jika Anda bisa memanfaatkan segala fiturnya dengan optimal. Meliputi isi konten, copywriting, hashtag, story, dan pemasangan ads.

Namun yang perlu Anda lakukan bukan hanya mempromosikan produk atau jasa. Jika isi konten media sosial brand Anda hanya berupa promo dan promo, maka tidak ada yang ingin melihatnya. Dibandingkan gencar mempromosikan produk lebih baik bagikan juga konten-konten menarik dan inspiratif juga membuat konten dengan mengikuti tren ter-update. Dengan membuat konten seperti itu tingkat keterlibatan (engagement) di akun media sosial brand Anda akan tinggi. Sehingga membuat lebih banyak lagi orang tahu tentang keberadaan brand Anda.

Baca juga: 4 Strategi Ampuh Membangun Personal Branding di Media Sosial

Beri Konsumen Gratisan

Ilustrasi: freepik.com

Se-royal apapun konsumen terhadap sebuah merek, pasti tetap tertarik juga untuk mengikuti promosi brand lain yang memberikan potongan harga, promo dan voucher. Anda bisa menggunakan strategi ini untuk menarik calon konsumen yang belum mengetahui atau mencoba produk Anda. Berikan reward dengan beberapa syarat seperti harus membagikan posting-an terkait merek di media sosial atau penggunaan kode refferal. Dengan begitu, konsumen juga turut membantu Anda  menyebarkan nama merek.

Bisa juga dengan menawarkan Freemium. Merupakan gabungan dari istilah free dan premium. Model promosi yang memberikan kesempatan bagi pengguna atau konsumen untuk mencoba layanan secara gratis. Kemudian, jika pengguna merasa perlu upgrade atau menggunakan fitur tambahan, mereka bisa  mendapatkannya dengan membayar lebih.

Lakukan Co-Branding

Co branding Oreo X Supreme sumber: liputan6.com

Menurut Rao dan Ruekert (1994) Co-branding adalah strategi yang mencoba menangkap sinergi dari upaya menggabungkan dua brand yang telah dikenal menjadi brand ketiga (satu brand) yang unik. Contohnya yang pernah dilakukan oleh Chitato dengan mengeluarkan varian Indomie goreng. Juga kolaborasi Oreo dan Supreme yang menghasilkan  varian Oreo berwarna merah.

Dengan kata lain startegi co-branding akan memperkenalkan produk atau layanan baru ke pasar. Namun karateristik produk atau layanan dari masing-masing brand tetang dipertahankan. Kalau bahasa anak muda sekarang sih “colabs yuk!”. Dengan melakukan ini, citra kedua brand bisa naik dan menarik perhatian audience yang lebh banyak.

Mensponsori Event

Ilustrasi: freepik.com

Cara efektif meningkatkan brand awareness sejak lama adalah dengan mensponsori acara. Menjadi sponsor dari suatu acara memberikan Anda peluang untuk mengeksposur brand dengan memasang nama brand di setiap media acara. Dari mulai, banner, poster, flyers, video, kaos dan lain sebagainya. Sehingga pengunjung atau peserta acara akan dengan mudah mengenali nama brand Anda.   

Perlu diingat bahwa Anda harus memilih acara yang match dengan brand identity Anda. Bisa juga dilihat apakah suatu acara itu cocok dengan value, visi misi, karakter atau campaign dari brand milik Anda. Sehingga memperbesar peluang untuk menyasar target audience yang sesuai.

baca juga: Tips Adaptasi dari Bisnis Offline ke Bisnis Online

Menggunakan Jasa Influencer

Ilustrasi: freepik.com

Influencer adalah orang-orang yang mempunyai followers yang cukup banyak serta terhubung dengan audiens yang luas. Mereka bisa seorang artis, selebgram, youtuber, blogger, dan lain sebagainya, yang dilihat berdasarkan popularitas, keahlian, atau reputasinya. Influencer memiliki pengaruh yang besar terutama terhadap followers-nya. Reputasinya tersebut bisa digunakan oleh brand untuk mendekati target pasar yang ada di antara followers influencer tersebut. Karena para influencer ini biasanya sangat dipercaya oleh followersnya, sehingga produk atau jasa apapun yang digunakan bisa jadi inspirasi tersendiri untuk mereka.

Menggunakan jasa influencer bisa membangun kepercayaan audience terhadap brand, sehingga terbentuklah brand awareness. Bukan hanya mengenalkan merek kepada followers-nya, influencer juga bisa mempengaruhi meningkatnya penjualan, jika influencer langsung merekomendasikan brand kepada followers-nya karena bisa jadi mereka memiliki keinginan untuk menggunakan produk yang sama dengan idolanya.

Mengenalkan brand kepada khalayak luas khususnya target pasar dari brand itu sendiri adalah langkah awal yang sangat penting. Sebelum akhirnya beralih fokus pada strategi pemasaran lainnya. Namun yang tak kalah penting adalah menjaga image brand yang sudah tercipta dengan menjaga kualitas produk dan pelayanan. Dilakukan sejalan secara bersamaan, saat berusaha membangun brand awareness. Sehingga saat konsumen sudah mengenal merek Anda kemudian melakukan pembelian mereka tidak akan kecewa dan akhirnya kembali membeli produk Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat